Rabu, 09 Mei 2018

Killing Eve Season 1 Episode 5 "I Have A Thing About Bathrooms"

WARNING: Spoiler everywhere!!!

Melanjutkan episode sebelumnya "Sorry Baby" yang tidak sempat saya review, beserta semua episode-episode awal yang tidak saya bahas secara lebih spesifik. Killling Eve kembali dengan episode terbarunya bertajuk "I Have A Thing About Bathrooms". Episode 5 ternyata penuh dengan fakta baru yang cukup mengejutkan. Beberapa pertanyaan pada artikel sebelumnyapun bahkan sudah terjawab di episode ini. Pada episode sebelumnya: Eve berhasil menyelamatkan Frank (mantan rekan kerjanya di MI5) yang tengah menjadi target sasaran Villanelle. Dari kejadian ini, terungkap satu kebenaran bahwa selama ini Frank adalah informer dari kelompok organisasi bernama "Twelve". Menurut kesaksian Frank dihadapan Eve dan Carolyn, Twelve menawarkan bantuan untuk membiayai pengobatan istrinya yang sedang sakit keras. Sementara sebagai gantinya, Frank harus memberikan informasi tentang apapun dan siapapun yang ada di department keamanan MI5. Sesuatu yang tidak begitu sulit untuk Frank lakukan demi keselamatan istri dan keluarganya (meski pada akhirnya istrinya tetap meninggal). Dan mungkin sebentar lagi Frank pun akan segera menyusul istri tercintanya dengan bantuan sebilah pisau milik Villanelle.


Siapa sebenernya Twelve?
Mungkin belum begitu jelas soal Twelve yang masih terkesan samar-samar. Angka 12 (twelve) yang berarti kekuatan penuh, diasosiasikan dengan 12 jumlah bulan dalam satu tahun, 12 jumlah murid, 12 hari natal, setidaknya begitulah pendapat Kenny, hacker andalan yang jati dirinya akan segera saya ungkap disini. Asumsi Kenny mengenai Twelve dapat dibenarkan, Frank menyebut bahwa pola pembunuhan yang dilakukan Villanelle selama ini adalah keinginan dari Twelve untuk mendestibilisasi dan membuat kekacauan. Dan hal tersebut menunjukan betapa powerful kelompok ini.

Rabu, 02 Mei 2018

Killing Eve: the new series on my list

So, kita bertemu lagi dibulan mei yang cerah. Tetapi nampaknya berbanding terbalik dengan topik pembahasan yang akan saya sampaikan kali ini. 

Sebagai pengamat felm amatir yang lagi suka-sukanya nonton movie series bergenre mystery-thriller akibat kesulitan menemukan metode penelitian yang cocok untuk menyelesaikan tugas ujian akhir semester. Beberapa cerita movie series sedikit banyak rupanya mampu menyetrum otak saya dan membangunkan semangat patriotik yang selama ini tengah berhibernasi. 

Jadi sore itu saya mulai menyelami salah satu situs download movie series favorit saya untuk menemukan beberapa series yang mungkin bisa saya tonton diakhir pekan. Maklum, kalau udah kerja, kita sering kehilangan selera buat rekreasi diakhir pekan. Memilih untuk bersantai dirumah sambil menikmati mie instan level mampus, segelas es teh, dan movie series mungkin menjadi pilihan yang tidak ada duanya, apalagi ketika hujan.

Lalu ketemulah saya dengan movie series satu ini: Killing Eve. 


Sebenarnya saya sering melihat poster ini beredar di internet, tetapi baru tertarik setelah mengetahui genre dan rating IMDb yang amat baik untuk ukuran new movie series. Series ini diangkat dari novel fiksi berjudul The Codename Villanelle karya Luke Jennings. Dibintangi oleh Sandra Oh dan Jodie Comer sebagai pemeran utama, Killing Eve bercerita tentang kehidupan seorang psikopat bernama Villanelle (Jodie Comer) yang selalu berhasil dalam setiap misi pembunuhannya. Dia seorang wanita yang cerdas, lincah, menguasai banyak bahasa, dan heartless, yang menjadikannya sangat professional dalam menjalankan tugas-tugasnya. Villanelle sangat mahir berkamuflase, teknik penyamarannya tidak terendus hingga hampir 10 tahun ia menjalani profesi tersebut. Sementara Eve (Sandra Oh) adalah seorang petugas keamanan MI5 yang dipecat dari pekerjaannya lantaran melakukan ekspedisi terselubung terhadap kasus pembunuhan beberapa politisi dan orang berpengaruh yang dilakukan Villanelle. Berkat intuisi Eve dan penyelidikan tersembunyi yang ia lakukan, teka-teki dibalik pembunuhan sejumlah orang ternama mulai menemui titik terang, sehingga Eve kembali dipekerjakan secara rahasia oleh agen MI6.

Senin, 26 Februari 2018

The Walking Dead: 77 Days After Getting A Zombie Bite

It's been one hour since I saw the death that shouldn't have happened. Monday night is a rough one for me and all of young man - one eyed - stetson wearing - shaggy haired - and pretty boy's fans. Previously, i have told you a great discuss about this guy: will Carl survive from the walker's bitten? and the show's mid season finale already made it clear tonight.

I didn't realized before till the end of episode 8 finished airing. Saving Siddiq, the moslem man who believe that killing zombies freed their souls, was a brave thing and unfortunate at all. And hoping that thing will be happen to Carl will never be happen is even more stupid. How could be?

It take seventy seven days to describe how broke i'm. Throughout much of the episodes, I have some characters that i loved as much as caramel on my pudding. After Negan killed Glenn, i wondered who's major character will be the next? and now we know.

Carl grows up to be a good young man as Rick's change his attitude to rescues the Woodbury citizen while they were in prison, helping the strangers on every street they met, and leading a group responsibly. The change in Rick's attitude turned out to have a big impact on Carl's mind to protect, help, dan kill anyone who threatens his family. At least, that's the principle he hold on till he met Siddiq and got himself killed.


I though Carl was dead in pretty well, even if no one is really happy leaving their loved ones in this world. Carl made a big decision, he led his group out of Alexandria and outwit Negan before finally managed to escape and hiding in the sewer. He has used his short time very well: gives beautiful memories to Judith, writes farewell