Sabtu, 07 Juli 2018

Embung Tambakboyo [yang katanya] akan menjadi sumber cadangan air PDAM masa depan



Embung Tambakboyo, Sleman, Yogyakarta.

Salah satu destinasi di kabupaten Sleman Yogyakarta yang banyak dikunjungi warga (baik penduduk asli setempat ataupun pendatang) adalah Embung Tambakboyo. Tempat ini merupakan wilayah konservasi air yang memanfaatkan sumber air dari sungai Tambak Bayan dan sungai Buntung sebagai sarana pengairan dan cadangan air untuk PDAM di masa yang akan datang. Selain sebagai system pengairan, waduk ini pun sering digunakan sebagai area wisata bagi warga yang gemar memancing, pacu kuda, jogging, atau sekedar menghabiskan waktu sore hari bersantai sambil menikmati matahari tenggelam diantara atap-atap rumah warga yang bersusun. Bahkan di sekitar Embung Tambakboyo tersedia penginapan bagi wisatawan yang berkunjung dan ingin menikmati keindahan pemandangan di tempat ini.

Nowadays, dari sekian kelebihan yang terpapar rupanya tak membuat Embung Tambakboyo tenar kepopulerannya. Diduga salah satu faktor pemicu lantaran masih banyaknya sampah yang berserakan bahkan mengapung di genangan waduk yang membuat siapapun merasa 'sakit' melihatnya. Menurut salah seorang warga sekitar, terror sampah ini seperti air yang dibelah: seberapa giatpun dibersihkan, sampah akan kembali hadir lagi dan lagi. Jika sudah demikian, dimanakah letak kesalahan yang menyebabkan sampah enggan meninggalkan lokasi sumber kehidupan kita di masa yang akan datang ini? Mengingat Tambakboyo merupakan salah satu titik lokasi penting yang ada di Yogyakarta, mungkin sudah sepatutnya kita memikirkan bagaimana cara untuk mengakhiri teror sampah ini secara bersama-sama.

Kamis, 10 Mei 2018

Penyebab Erupsi Nakal Gunung Merapi

Gunung Merapi mendadak viral! Setelah kali terakhir gunung Kelud meletus 4 tahun yang lalu, kini jogja kembali dihujani butiran partikel abu dari mulut gunung merapi yang terletak di daerah perbatasan kabupaten Sleman dan Magelang. Gunung Merapi mengalami erupsi freatik pagi ini, sekitar pukul 7.30 WIB, setelah vakum selama 8 tahun.

Sumber: Istimewa

Dari foto dan video yang banyak beredar di internet, secara visual terlihat gumpalan awan keluar membumbung tinggi hingga radius sekitar 20 km di atas puncak gunung dengan suara gemuruh terdengar terus menerus. Selang beberapa jam setelahnya, hujan abu dan kerikil mulai menampakan eksistensinya, meski masih dalam intensitas yang cukup kecil.

Rabu, 09 Mei 2018

Killing Eve Season 1 Episode 5 "I Have A Thing About Bathrooms"

WARNING: Spoiler everywhere!!!

Melanjutkan episode sebelumnya "Sorry Baby" yang tidak sempat saya review, beserta semua episode-episode awal yang tidak saya bahas secara lebih spesifik. Killling Eve kembali dengan episode terbarunya bertajuk "I Have A Thing About Bathrooms". Episode 5 ternyata penuh dengan fakta baru yang cukup mengejutkan. Beberapa pertanyaan pada artikel sebelumnyapun bahkan sudah terjawab di episode ini. Pada episode sebelumnya: Eve berhasil menyelamatkan Frank (mantan rekan kerjanya di MI5) yang tengah menjadi target sasaran Villanelle. Dari kejadian ini, terungkap satu kebenaran bahwa selama ini Frank adalah informer dari kelompok organisasi bernama "Twelve". Menurut kesaksian Frank dihadapan Eve dan Carolyn, Twelve menawarkan bantuan untuk membiayai pengobatan istrinya yang sedang sakit keras. Sementara sebagai gantinya, Frank harus memberikan informasi tentang apapun dan siapapun yang ada di department keamanan MI5. Sesuatu yang tidak begitu sulit untuk Frank lakukan demi keselamatan istri dan keluarganya (meski pada akhirnya istrinya tetap meninggal). Dan mungkin sebentar lagi Frank pun akan segera menyusul istri tercintanya dengan bantuan sebilah pisau milik Villanelle.


Siapa sebenernya Twelve?
Mungkin belum begitu jelas soal Twelve yang masih terkesan samar-samar. Angka 12 (twelve) yang berarti kekuatan penuh, diasosiasikan dengan 12 jumlah bulan dalam satu tahun, 12 jumlah murid, 12 hari natal, setidaknya begitulah pendapat Kenny, hacker andalan yang jati dirinya akan segera saya ungkap disini. Asumsi Kenny mengenai Twelve dapat dibenarkan, Frank menyebut bahwa pola pembunuhan yang dilakukan Villanelle selama ini adalah keinginan dari Twelve untuk mendestibilisasi dan membuat kekacauan. Dan hal tersebut menunjukan betapa powerful kelompok ini.